RSS

B.06 Memilih Susu Pertumbuhan untuk Anak

PERTUMBUHAN tak hanya sampai bayi namun berlangsung dari balita hingga akhir akil balik. Khususnya periode balita adalah masa yang relatif singkat, namun sarat akan proses pertumbuhan. Gizi adalah faktor lingkungan yang ikut menentukan suksesnya pertumbuhan. Saat usia menginjak setahun hendaklah anak mulai diperkenalkan beragam makanan keluarga, yang disempurnakan dengan susu. Susu adalah sumber gizi yang baik yang dibutuhkan oleh balita untuk mendukung pertumbuhannya. Bermacam jenis susu yang beredar sering membuat kita bertanya-tanya bagaimana memilih susu.

Anak yang sudah berumur lebih dari satu tahun tentu tak cukup hanya diberi susu. Tubuh mereka membutuhkan zat-zat gizi dari beragam makanan keluarga dan susu dengan kandungan gizi yang lebih lengkap selain lebih besar pula takarannya. Dan itu yang akan mendampingi menu hariannya.

Semakin beragam menu harian diterima anak balita, semakin terpenuhi kecukupan seluruh zat gizi yang tubuh mereka butuhkan. Peran susu pertumbuhan dibutuhkan untuk membantu memenuhi kecukupan protein, mineral dan elemen, khususnya kalsium. Dalam sehari anak balita dianjurkan mengonsumsi 3 gelas susu pertumbuhan. Memilih susu pertumbuhan yang memenuhi syarat dan atau yang memberi nilai tambah, ikut mendukung tumbuh-kembang anak optimal.

Asupan gizi dan energi untuk pertumbuhannya haruslah memadai yang artinya tak kekurangan maupun kelebihan. Kelebihan porsi energi (kalori) yang anak terima untuk waktu lama akan menjadikan anak bertambah berat, atau malah kegemukan. Dalam hal kalori (satuan energi), anak batita (bawah tiga tahun) membutuhkan sekitar 1220 kalori sehari, meningkat menjadi 1720 kalori bagi balita setelah usia batita.

Kelebihan vitamin A,D,E, dan K yang tak larut dalam air sehingga dapat bersifat racun yang ditimbun dalam tubuh. Termasuk bila tubuh anak kelebihan mineral, dan elemen. Dan kondisi begini sama tidak menyehatkan dengan sekiranya tubuh anak sampai kekurangan satu atau lebih zat gizi.

Kecukupan zat gizi lainnya sudah baku sebagaimana tercantum dalam daftar AKG (Angka Kecukupan Gizi) dari departemen kesehatan bisa juga dari Codex Alementarius Comission (CAC) dari FAO/WHO. Sebuah produk makanan dinilai memenuhi syarat apabila kandungan zat gizinya sesuai dengan rujukan AKG atau CAC untuk masing-masing kelompok umur anak.

Susu pertumbuhan

Tentang susu untuk pertumbuhan ( growing-up milk ) tidak selalu persis sama kandungan, maupun keanekaragaman zat gizinya. Selain berisi bahan dasar susu yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan gizi untuk anak di atas satu tahun, ada yang menambahkan beberapa jenis suplemen sehingga memiliki nilai tambah untuk mendukung pertumbuhan anak.

Pengayaan susu bagi pertumbuhan sebagaimana banyak dipasarkan dewasa ini, antara lain ada yang ditambah:

  • Zat prebiotik dan probiotik , yang berfungsi menyuburkan flora usus, sehingga pencernaan anak lebih lancar, dan mendukung daya tahan.
  • Penambahan jenis-jenis asam lemak esensial linoleat dan linolenat atau turunannya.
  • Antioksidan (penawar radikal bebas)
  • Berbagai zat yang memiliki sifat mendukung kekebalan ( imuno-modulator ) misalnya seng (zn), selenium, zat besi,

Kesemua itu dimaksud untuk mendukung pertumbuhan, termasuk tentu untuk pertumbuhan otak anak. Melihat demikian beragam produk susu untuk pertumbuhan yang ditawarkan, tentu perlu kejelian konsumen untuk tepat memilih. Kita sadar, bahwa orang-tua berperan besar dalam menghantar dan mendampingi pertumbuhan anak dengan memberi gizi dari makanan keluarga dan memilihkan susu bagi pertumbuhan yang tepat. Tentu selain target berkualitas tinggi, pertimbangan ekonomi juga menjadi perhitungan dipilih tidaknya sebuah produk susu.

Kalau kita amati, kandungan protein susu pertumbuhan berkisar antara 18 gram sampai 25 gram dalam setiap 100 gram bubuk susunya. Kandungan lemaknya ada yang hanya 3 gram saja, namun ada pula yang sampai 20 gram. Kandungan karbohidrat berada di kisaran 55 gram sampai 69 gram, dan rata-rata kalori yang diberikan 100 gram bubuk susu mencapai 390 kalori sampai 470 kalori.

Dalam memilih susu, pertimbangan utama ialah untuk menunjang optimalnya petumbuhan anak, wawasan akan kualitas susu ikut memegang peranan. Bagaimana ibu lebih kritis, tidak mudah percaya informasi yang belum jelas, dan mengenal gizi untuk kebutuhan tubuh anak dan sebuah produk susu. Untuk itu bantuan nasihat ahli kesehatan diperlukan. Lebih sering bertanya, banyak membaca, mengikuti acara seminar kesehatan, bagian dari upaya memperkaya wawasan sehat bagi orang-tua.

Memperkaya wawasan sehat dapat dari media massa, internet, tentu saja pada setiap kesempatan bertemu dengan dokter, atau ahli gizi. Percaya saja pada mitos, atau sumber yang tidak berkompeten, justru akan merugikan anak. Mitos anak sudah tidak membutuhkan susu lagi, tentu tak menguntungkan. Kita tahu bahwa untuk membangun fondasi tulang-belulang anak, susu masih terus dibutuhkan sampai usia akil balik. Kita melihat kebanyakan kasus osteroporosis yang banyak ditemukan di negara sedang berkembang, lantaran kebanyakan orang sudah tidak minum susu lagi setelah usia bayi, padahal fondasi pertumbuhan masih belum selesai dibangun.

Sekali lagi, ibu perlu bijak memilihkan anak-anaknya susu demi pertumbuhan yang optimal. Selain memiliki wawasan luas ihwal makanan dan susu sebagai sumber gizi, diperlukan pula hati agar ibu tidak sampai salah memilih.

Oleh: Dokter Handrawan Nadesul

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: