RSS

Mengapa Orangtua Perlu Mendidik Anak tentang Uang ? Dan Bagaimana Caranya

05 Mar

Saya rasa sebagai orangtua, tidak ada yang ingin anaknya saat dewasa nanti hidupnya jadi sengsara, tidak punya uang, banyak hutang atau memiliki kesulitan keuangan. Tetapi anehnya apa yang dilakukan atau yang tidak dilakukan oleh 80% orangtua saat ini, secara tidak sadar mengkondisikan anaknya saat dewasa nanti jadi sengsara, banyak hutang atau kesulitan keuangan lainnya. Tidak percaya ? Baca baik-baik penjelasan di bawah ini karena mungkin inilah yang bisa membuat Anda sadar dan mulai melakukan sesuatu untuk kondisi keuangan anak anda.

Data statistik selama 10 tahun terakhir ini menunjukkan telah terjadi penurunan drastis pada jumlah uang yang ditabung oleh masyarakat. Dan sebaliknya, selama 10 tahun terakhir ini, terjadi peningkatan drastis pada jumlah pengeluaran dan hutang pribadi. Sebenarnya kita tidak perlu tahu tentang data / statistik ini untuk mengetahui telah terjadi perubahan perilaku dari segi kebiasaan pengeluaran dan menabung. Kita cukup mengamati perilaku orangtua atau kakek kita dan bandingkan dengan diri kita. Kebanyakan orang akan setuju bahwa orangtua atau kakek kita menyimpan atau menabung uang lebih banyak dan lebih sedikit pengeluaran. Sedangkan kita yang hidup di jaman teknologi dan serba cepat ini, kok rasanya berkebalikan, menyimpan uang lebih sedikit dan pengeluaran lebih banyak, betul tidak ?

Setiap kita melihat TV, majalah, koran atau ke Mall / Plaza, kita dibombardir dengan iklan atau tawaran menarik yang semuanya ingin membuat kita mengeluarkan dompet. Belum lagi ke plaza / mall manapun saat ini, kita ditawari Kartu Ajaib dimana kita bisa belanja tanpa harus mengeluarkan uang langsung, bayarnya bisa nunda 45 hari atau bahkan di cicil saja, sesuatu yang tidak bisa dibayangkan oleh generasi sebelumnya. Anda tahu kartu ajaib itu ? Itulah Kartu Kredit, gratis biaya tahunan lagi, mana tahan… langsung saja Anda daftar untuk mendapatkannya.

Yang tidak Anda mengerti adalah semua iklan dan semua tawaran kartu kredit mendidik Anda untuk mempunyai perilaku konsumtif. Awalnya mungkin Anda belanja sesuai dengan kebutuhan, tetapi karena terus dibombardir iklan dan tawaran menarik yang mendidik perilaku konsumtif, Anda mulai tergiur juga dan pelan-pelan secara tidak sadar pengeluaran Anda mulai meningkat. Secara tidak sadar, Anda mulai mengeluh pendapatan Anda tidak cukup dan Anda mulai merasa program cicilan 6 bulan dengan bunga 0% dari kartu kredit jadi menarik. Dan tidak lama kemudian, Anda baru sadar bahwa pengeluaran Anda lebih besar daripada pendapatan Anda dan sekarang Anda mempunyai hutang yang setiap bulannya berbunga !! Bukan uang, tapi hutangnya yang berbunga !!

Perasaan tertekan dan stress mulai timbul. Karena belanja selama ini memberikan suatu perasaan senang, saat Anda merasa stress, dorongan untuk belanja / beli sesuatu semakin kuat, karena Anda mencari suatu perasaan senang kan dalam hidup. Anda mulai berpikir bahwa solusi terhadap permasalahan Anda adalah dengan menghasilkan uang lebih banyak. Anda membayangkan “Kalau saja saja punya penghasilkan dua kali lipat dari sekarang, pasti permasalahan keluarangan ini selesai”. Beberapa diantara Anda pernah mengalami hal seperti ini dan saat penghasilan Anda meningkat, pengeluaran Anda juga meningkat pula sehingga Anda tetap tidak keluar dari kesulitan keuangan Anda. Aneh ya ? Ini tidak aneh, karena Anda tidak sendirian. Baca nasib beberapa orang terkenal yang menghasilkan sangat banyak ini :

Toni Braxton adalah seorang penyanyi top penerima Grammy Award, seorang bintang pop yang menghasilkan puluhan juta dollar (setara dengan ratusan Milyar Rupiah) dalam karirnya. Belum lama ini mengajukan permohonan pailit / bangkrut karena keinginan tidak terkontrol dalam membeli banyak perhiasan dan pakaian bulu.
Burt Reynolds adalah seorang aktor film terkenal di jaman tahun 70 an dan 80 an, mengalami pailit / bangkrut pada pertengahan tahun 90 an. Dan saat ini mulai membangun kembali karir dan kondisi finansialnya.
Joe Louis adalah salah satu juara kelas berat terkenal sepanjang masa dan menghasilkan jutaan dollar dalam karirnya. Dia meninggal dalam kondisi bangkrut.
Mike Tyson adalah salah satu juara dunia kelas berat terkenal di era 90 an. Kebiasaannya dalam mengeluarkan uang membawa dirinya mengalami kebangkrutan, pikiran stres dan tertekan dan akhirnya sempat masuk penjara.

Dan masih banyak contoh lain yang bisa disebutkan. Tetapi saya harap Anda bisa mengerti bahwa bukan jumlah uang yang Anda hasilkan yang akan menentukan apakah Anda akan memiliki sukses secara finansial.
Nah jika Anda merasa sebagai seorang dewasa yang merasa kurang memiliki kontrol diri tentang pengeluaran, sering membeli barang karena keinginan sesaat, membelanjakan lebih banyak daripada pendapatan dan bahkan memiliki hutang yang berbunga karena perilaku konsumtif Anda, kira-kira apa yang dipelajari anak Anda (jika anda punya anak tentu saja) tentang uang ? Anak belajar dari mengamati orangtuanya, bukan dari nasehat atau ucapan orangtuanya. Sehingga masuk akal kan, bila anak dari mengamati orangtuanya, belajar atau percaya bahwa tujuan memiliki uang adalah untuk dibelanjakan atau untuk dihabiskan ? atau anak belajar bahwa membeli sesuatu memberikan kebahagiaan ? Karena anak sering melihat orangtuanya tampak senang dan bahagia setelah membeli sesuatu baik itu baju, produk elektronik atau barang konsumtif lainnya. Sehingga masuk akal kan bila akhirnya anak tersebut juga ingin bahagia atau senang dengan cara belanja / membeli sesuatu ? Dan akhirnya anak akan mengulangi lagi kehidupan orangtua nya yang tertekan karena permasalahan keuangan.

Inilah yang saya maksud di awal tulisan ini, banyak orangtua secara tidak sadar bahwa perilakunya mengkondisikan anaknya saat dewasa nanti jadi sengsara, banyak hutang atau kesulitan keuangan lainnya karena anak tidak dididik untuk memiliki kebiasaan yang benar mengenai uang atau dengan kata lain, anak tidak dididik untuk memiliki kecerdasan keuangan.

SekolahOrangtua memasukan aspek keuangan dalam pendidikan dan pengajarannya karena kami merasa uang adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia dan orangtua mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk masa depan keuangan anak. Ikuti terus pembelajaran keuangan dari SekolahOrangtua dimana Anda akan belajar hal-hal berikut :

Mengapa apa yang dilakukan dengan uang Anda lebih penting daripada jumlah yang Anda hasilkan ?
Bagaimana cara mendidik anak agar mempunyai kebiasaan menabung sejak kecil ?
Bagaimana cara mendidik anak kita mempunyai kebiasaan membeli sesuatu dengan bijaksana ?
Apakah anak perlu diberi jatah uang belanja atau tidak ya ?
Bagaimana caranya membuat anak kita menjadi Milyarder saat dewasa nanti dan memiliki kemampuan untuk mengelolanya dengan hanya menabung Rp 20.000 per hari ?
Dan masih banyak lagi.

Tulisan ini memang bertujuan memberikan Anda sebagai orangtua kesadaran tentang pentingnya memberikan kecerdasan keuangan ke anak. Tulisan-tulisan saya berikutnya akan menjelaskan lebih detil, apa dan bagaimana mendidik kecerdasan keuangan ke anak. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: